Moderasi Beragama Mengakar di Kepulauan, UNJ Perkuat Toleransi dan Anti-Perundungan di Pulau Pari

Cendekia Terkini

PULAU PARI, KABAR MUSLIM- Upaya membangun budaya toleransi dan lingkungan sekolah yang aman terus diperkuat di wilayah kepulauan.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri Satu Atap 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Bina Prima Panggayuh, S.Pd., M.Pd. tersebut mengangkat tema “Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis Moderasi Beragama untuk Meningkatkan Toleransi dan Anti-Perundungan.” Sebanyak 25 guru mengikuti kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif itu.

Dalam pemaparannya, Dr. Bina menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi pendekatan penting dalam dunia pendidikan modern, terutama untuk membangun karakter peserta didik yang menghargai keberagaman dan menjauhi tindakan kekerasan maupun perundungan.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan damai melalui proses pembelajaran sehari-hari.

“Pendidikan agama tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga bagaimana membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk perundungan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung aktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait penerapan nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Antusiasme itu salah satunya disampaikan oleh Badariyah, guru PAI SMP Negeri Satu Atap 01 Pulau Pari. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru dari materi yang disampaikan.

“Materi yang dibawakan oleh Pak Bina ini merupakan insight baru bagi saya, terutama terkait bagaimana menanamkan nilai moderasi beragama dan anti-perundungan dalam pembelajaran PAI,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UNJ melalui penguatan pendidikan berbasis nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Selain itu, program tersebut juga dinilai sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Quality Education atau pendidikan berkualitas melalui penguatan karakter dan lingkungan belajar yang aman serta inklusif.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendukung poin ke-16 SDGs mengenai Peace, Justice and Strong Institutions yang menekankan pentingnya budaya damai, toleransi, dan anti-kekerasan dalam lingkungan pendidikan.

Di tengah kehidupan masyarakat kepulauan yang majemuk, pendekatan moderasi beragama dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial sejak dini.

UNJ berharap model pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai sekolah, termasuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil lainnya (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *