Faksi perlawanan HAMAS. Foto : Ist.
JAKARTA, KABAR MUSLIM- Sebuah suara lantang kembali datang dari jantung Gaza. Faksi-faksi perlawanan Palestina, yang selama setahun terakhir menghadapi agresi dan pengepungan brutal, menegaskan satu pesan keras:tidak akan pernah menerima pasukan internasional yang dipaksakan atas nama “perlindungan”.
Ahad Abualatta dari Yayasan Studi Persahabatan dan Peradaban (YPSP) menyampaikan bahwa rakyat Palestina merasa rencana Amerika Serikat di PBB itu bukan upaya kemanusiaan, melainkan langkah politik untuk menaklukkan Gaza dari pintu belakang.
“Ini Bukan Misi Perdamaian, ini Upaya Menghapus Gaza!”
Dalam pernyataan yang penuh amarah, faksi-faksi perlawanan menyebut proyek AS sebagai perwalian internasional baru—wajah lain dari pendudukan yang tidak lagi hadir dengan tank dan jet, tetapi dengan bendera biru dan istilah diplomatik yang manis.
“Setiap pasukan internasional yang masuk ke Gaza berarti menginjak kehendak rakyat kami,” ujar mereka.
“Ini bukan perlindungan. Ini penyamaran pendudukan.”tegasnya.
Rakyat Palestina Tegas: Kami Tidak Akan Diseret ke Masa Penjajahan Baru
Bagi rakyat Palestina, yang telah kehilangan rumah, keluarga, dan tanah air selama puluhan tahun, gagasan menyerahkan Gaza kepada pasukan asing adalah penghinaan.
“Gaza bukan tanah kosong. Gaza adalah rumah kami. Dan rumah kami tidak untuk dikelola oleh orang lain,” tegas faksi-faksi itu.
Mereka menekankan bahwa rakyat Palestina mampu mengatur tanahnya sendiri, bahkan dalam kondisi paling gelap sekalipun.
Pelucutan Senjata = Mencabut Napas Perlawanan
Inti penolakan mereka sangat jelas:
Resolusi AS itu memasukkan agenda pelucutan senjata perlawanan.
Bagi faksi-faksi Palestina, usulan itu sama saja dengan meminta mereka menyerahkan satu-satunya alat bertahan dari agresi.
“Melucuti perlawanan berarti membiarkan kami telanjang di hadapan pendudukan,” kata mereka dalam pernyataannya.
“Ini bukan perdamaian. Ini penyerahan tanpa syarat.”
Seruan Menggetarkan untuk Dunia Arab dan Islam
Di tengah tekanan diplomatik internasional, faksi-faksi perlawanan menyampaikan seruan keras kepada para pemimpin Arab dan negara-negara Muslim:
Jangan biarkan Gaza diserahkan ke tangan asing.
Mereka meminta negara-negara tersebut menunjukkan keberpihakan jelas—bukan setengah hati.
“Ini bukan hanya soal politik. Ini soal kehormatan, tanggung jawab moral, dan nasib rakyat yang dizalimi.”
Dukungan Umat: “Kami Tidak Pernah Sendiri”
Faksi-faksi itu juga memanggil hati umat Muslim di seluruh dunia. Mereka yakin bahwa kekuatan utama Palestina selama puluhan tahun bukanlah senjata atau politik, tetapi cinta dan dukungan umat.
“Mereka bisa mencoba menghapus Gaza dari peta, tapi mereka tidak bisa menghapus Palestina dari hati umat,” begitu seruan mereka (Wan)

