PBNU Memanas, Gus Yahya Setuju Rekonsolidasi Usai Kontroversi Narasumber Pro-Zionis

Terkini Ummah

Ketua Umum PBNU  KH Yahya Cholil Staquf didesak mundur dari jabatan pasca Kontroversi mengundang narasumber pro Zionis Israel di acara PBNU. Foto : Ist.

JAKARTA, KABAR MUSLIM – Polemik internal PBNU kembali menjadi sorotan publik.

Dalam Zoom Meeting khusus Jumat, 21 November 2025, pukul 14.00 – 16.00 WIB, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyetujui langkah rekonsolidasi nasional dan menerima masukan PWNU se-Indonesia untuk menyelesaikan konflik organisasi.

Latar Desakan Mundur

Desakan mundur Ketua PBNU muncul setelah beberapa isu serius mengguncang organisasi:

– Kontroversi Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN NU) yang menghadirkan narasumber terkait jaringan pro-Zionis internasional. Banyak kiai menilai hal ini melanggar nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan bertentangan dengan khittah NU.

– Indikasi pelanggaran tata kelola keuangan PBNU, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keberlangsungan badan hukum organisasi.

Rapat Syuriyah sebelumnya yang seharusnya membahas kelembagaan PBNU, justru fokus pada Ketua Umum dengan langkah yang mirip partai politik, memicu ketegangan di internal.

Akibatnya, sebagian PWNU merasa langkah tegas untuk rekonsolidasi dan bahkan desakan mundur Gus Yahya diperlukan demi menjaga marwah dan stabilitas organisasi.

Sorotan Utama Zoom Meeting PBNU

PWNU Sumatra Utara: Mendesak percepatan SK PCNU, menekankan legalitas pertemuan PWNU se-Indonesia agar tidak dianggap ilegal.

PWNU Sulawesi Utara: Menekankan kepemimpinan Gus Yahya sah dan legitimate, setiap keputusan pemberhentian harus sesuai pemilihnya.

PWNU Bali: Mengingatkan dampak buruk konflik PBNU hingga tingkat bawah.

PWNU Bangka Belitung: Rais Aam menandatangani surat tanpa sepengetahuan Tanfidziyah; berharap konsolidasi berjalan terbuka.

PWNU Jawa Barat: Mengundang Mustasyar untuk ikut menyelesaikan konflik (salah satu peserta sempat menangis).

PWNU DIY: Menekankan penyelesaian melalui musyawarah, membangun hubungan baik dengan pihak eksternal seperti Keraton.

Tanggapan Gus Yahya

Gus Yahya menyetujui semua usulan PWNU dan menetapkan pertemuan PWNU se-Indonesia akan dilaksanakan Sabtu malam, 22 November 2025, di Surabaya. Peserta diminta hadir sebelum waktu Maghrib.

Catatan Kontroversial

Katib Aam PBNU, Kyai Said Asrori, mencatat rapat Syuriyah sebelumnya lebih banyak membahas Ketua Umum PBNU ketimbang kelembagaan, mirip langkah partai politik, menimbulkan ketegangan dan polemik internal.

Konflik ini menimbulkan sorotan publik tentang tata kelola internal PBNU, legitimasi kepemimpinan, dan cara penyelesaian yang sesuai khittah NU.

PBNU kini menghadapi momen kritis, di mana rekonsolidasi, legitimasi kepemimpinan, dan musyawarah se-Indonesia menjadi kunci stabilitas organisasi.

Publik dan warga Nahdliyin kini menanti hasil pertemuan di Surabaya yang diprediksi menentukan arah masa depan PBNU (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *