Tucker Carlson ‘Hajar’ Israel, Krisis Dukungan di Amerika Makin Terbuka

Terkini Ummah

Tucker Carlson. Sumber : Wired.com.

JAKARTA, KABAR MUSLIM — Kritik pedas Tucker Carlson kembali mengguncang panggung politik Amerika Serikat.

Komentator konservatif paling berpengaruh itu “menghantam” Israel dengan pernyataan yang tak pernah diucapkan tokoh arus utama AS sebelumnya.

Ia menolak mentah-mentah narasi “Israel sebagai umat pilihan Tuhan”

“Tidak ada yang namanya umat pilihan Tuhan. Tuhan tidak memilih pembunuh anak,” kata Carlson dalam siarannya yang langsung viral seperti dikutip Kabar Muslim dari akun X @SilentlySirs.

Pernyataan itu membuat Israel dan pendukung setianya di Washington kaget setengah mati.

Tak butuh waktu lama, klipnya menembus jutaan penonton dan memicu gelombang diskusi besar tentang hubungan AS–Israel — sebuah topik yang selama puluhan tahun hampir “tabu” di negeri itu.

Viral 48 Juta Tontonan: Konservatif AS Terbelah

Carlson, yang kini lebih aktif lewat platform digital, menegaskan bahwa Amerika “sedang kesulitan bertahan hidup”, namun tetap mengirim miliaran dolar untuk menopang Israel.

“350 juta warga Amerika berjuang bertahan hidup, tapi kami kirimkan 26 miliar dolar ke negara yang kebanyakan orang Amerika tak tahu nama ibu kotanya,” ujarnya.

Komentarnya langsung meledak: 48 juta views hanya dalam 9 jam.
Survei CNN setelah video itu beredar menunjukkan:

62% warga AS setuju dengan kritik Carlson

Dukungan publik terhadap Israel jatuh paling rendah dalam puluhan tahun

Di kubu konservatif, perpecahan semakin jelas: sebagian tetap pro-Israel, tapi gelombang baru “America First” mulai meninggalkan hubungan lama yang dianggap membebani rakyat Amerika.

Dampaknya untuk Diplomasi AS–Israel

1. Legitimasi Israel Terkikis
Narasi “sekutu tanpa syarat” tak lagi diterima begitu saja. Kritik dari tokoh berpengaruh seperti Carlson bisa mengubah arus opini publik.

2. Partai Republik Retak
Kubu pendukung Israel dan pengikut garis keras America First kini saling berseberangan. Ini bisa mengubah arah kebijakan luar negeri AS setelah pemilu mendatang.

3. Tekanan dari Akar Rumput
Carlson dianggap berbicara untuk warga kelas pekerja yang menuntut anggaran difokuskan ke masalah domestik, bukan perang di luar negeri.

Kontroversi: Kritik Kebijakan atau Antisemitisme?

Komentar Carlson memicu protes dari sejumlah kelompok yang menilai ucapannya berbahaya dan bisa menyuburkan sentimen anti-Yahudi.

Namun pendukungnya menegaskan: kritik itu ditujukan kepada negara dan kebijakan Israel, bukan agama atau komunitas Yahudi.

Perdebatan semakin memanas dan tak menunjukkan tanda mereda.

Mengapa Penting bagi Dunia Muslim?

Bagi publik Muslim, perubahan sikap di AS ini membuka peluang diplomatik dan narasi baru.

Jika suara-suara kritis semakin dominan, tekanan internasional terhadap Israel terkait isu kemanusiaan di Palestina dapat meningkat.

Yang jelas, fenomena ini menunjukkan satu hal: media Barat, bahkan yang konservatif, kini tidak lagi kebal terhadap kritik keras terhadap Israel. Sebuah gelombang baru sedang terbentuk dan dunia sedang memperhatikannya (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *