Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Meski tidak wajib, keutamaannya begitu besar hingga para ulama menjadikannya sebagai amalan harian yang menghidupkan hati dan mendatangkan ketenangan.
Sholat Dhuha juga dikenal sebagai Sholat Awwabiin, yaitu sholatnya para hamba yang kembali kepada Allah dengan penuh ketundukan.
Dalam sebuah hadits sahih yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Sholat Awwabiin dikerjakan ketika anak unta merasa kepanasan.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Ungkapan “anak unta merasa kepanasan” merujuk pada waktu ketika matahari sudah mulai naik dan terasa hangat yakni antara pukul 8 hingga 11 siang. Inilah waktu utama untuk melaksanakan sholat Dhuha.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (6:28) juga menegaskan bahwa waktu tersebut adalah waktu paling utama untuk Dhuha, meski sholat ini tetap boleh dilakukan sejak matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang zawal.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Para ulama menjelaskan bahwa: Waktu boleh (jawaz): mulai terbit matahari setinggi tombak (kira-kira 15 menit setelah terbit matahari).
Waktu utama (afdhal): setelah matahari tinggi dan mulai panas, sekitar pukul 08.00–11.00, sesuai isyarat hadits “anak unta merasa kepanasan”
Berdasarkan pendapat ulama Syafi’iyah—yang juga dirujuk Imam Nawawi—ini adalah waktu terbaik untuk mendapatkan keutamaan maksimal dari sholat Dhuha.
Niat Sholat Dhuha
Niat cukup dilafalkan dalam hati, namun bila ingin melisankan untuk memantapkan diri, berikut bacaannya:
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatadh Dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap
Sholat Dhuha dikerjakan layaknya sholat sunnah lainnya—dengan dua rakaat sebagai satu salam, dan boleh hingga 12 rakaat.
Berikut tata caranya:
1. Berdiri Tegak Menghadap Kiblat
Kaki sedikit terbuka, pandangan ke tempat sujud, berdiri dengan tenang dan khusyuk.
2. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sambil mengucap “Allahu Akbar”, lalu letakkan tangan di atas dada.
3. Membaca Surat Al-Fatihah
Seperti sholat lainnya, Al-Fatihah wajib dibaca pada tiap rakaat.
4. Rukuk
Bungkukkan badan sejajar punggung dan kepala sambil membaca tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wa bihamdih.
5. I’tidal
Bangkit dari rukuk sambil membaca:
“Sami’allaahu liman hamidah”
Lalu dilanjutkan:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ …
Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaa…
6. Sujud
Baca tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih.
7. Duduk di antara Dua Sujud
Baca:
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ …
Rabbighfirlii warhamnii…
8. Tasyahud Akhir
Duduk tasyahud dan membaca seluruh bacaan tasyahud akhir beserta salawat, hingga selesai.
Jangan lupa doa perlindungan yang diajarkan Nabi:
اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم …
Allahumma inni a’udzu bika…(HR. Muslim No. 588)
9. Salam
Akhiri sholat dengan:
السلام عليكم ورحمة الله
Berikut doa yang masyhur diamalkan setelah selesai menunaikan Sholat Dhuha:
Doa Sholat Dhuha
Arab
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ
بِحَقِّ ضُحَاكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ
آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Latin
Allahumma innad-dhuhaa dhuhaaka, wal-bahaa bahaa’uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-‘ishmata ‘ishmatuka.
Allahumma in kaana rizqii fis-samaai fa-anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa-yassirhu, wa in kaana haraaman fa-tahhirhu, wa in kaana ba’iidan fa-qarribhu.
Bihaqqi dhuhaaka wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa aataita ‘ibaadakasshaalihiin.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha itu adalah waktu-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku ada di langit maka turunkanlah. Jika ada di bumi maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu Dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kemampuan-Mu, limpahkanlah kepadaku apa yang Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”
Penutup: Menghidupkan Hati dengan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha bukan sekadar rutinitas sunnah; ia adalah sarana penyucian jiwa. Banyak ulama menjadikannya sebagai amalan harian karena keutamaannya yang begitu luas—dari menentramkan hati, mempermudah rezeki, hingga menjadi bukti syukur atas nikmat persendian yang Allah berikan.
Dengan memahami tata cara dan doa lengkapnya, semoga kita bisa menjalankan Sholat Dhuha dengan lebih khusyuk, konsisten, dan penuh rasa cinta kepada Allah SWT.

