ICRS. Foto : icrcnewsroom.org
RAMALLAH, KABAR MUSLIM – Pemerintah Palestina mendesak Komite Palang Merah Internasional (ICRC) segera turun tangan melindungi tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Desakan itu disampaikan oleh Pengamat Tetap Palestina untuk PBB dan organisasi internasional di Swiss, Duta Besar Ibrahim Khreisheh. Melalui surat resmi kepada Presiden ICRC, Mirjana Spoljaric Egger, Khreisheh meminta perlindungan internasional atas para tahanan yang disebut menjadi korban penyiksaan, kelaparan, hingga perlakuan tidak manusiawi dari otoritas Israel.
“Pelanggaran yang dilakukan Israel sudah sistematis dan mengancam nyawa tahanan Palestina, termasuk tokoh Fatah Marwan Barghouti yang selama bertahun-tahun dikurung di sel isolasi, dipukuli, dibelenggu, bahkan diancam dibunuh,” tegas Khreisheh seperti dikutip Kantor Berita WAFA, Sabtu (16/8).
Soroti Aksi Menteri Israel
Khreisheh juga mengecam tindakan Menteri “Keamanan Nasional” Israel, Itamar Ben Gvir, yang dilaporkan menyerbu sel tahanan Barghouti dan mengancam akan membunuhnya. Ia menyebut aksi tersebut sebagai kejahatan serius setara percobaan pembunuhan yang mendesak intervensi internasional.
“Israel harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan. Dunia tidak boleh diam,” katanya.
Seruan Pembebasan Tahanan Rentan
Dalam surat itu, Khreisheh menuntut pembebasan segera bagi tahanan yang paling rentan, seperti orang sakit, lanjut usia, perempuan, anak-anak, dan mereka yang ditahan secara administratif tanpa dakwaan jelas.
Ia menegaskan, pelanggaran hak-hak tahanan adalah bagian dari kebijakan yang lebih luas, yaitu upaya pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina.
Khreisheh menutup suratnya dengan mendesak ICRC dan para pihak Konvensi Jenewa agar segera menjalankan mandat hukum humaniter internasional demi menyelamatkan nyawa dan menjaga martabat para tahanan Palestina.

