BANDUNG, KABAR MUSLIM- Di usianya yang ke-113, Muhammadiyah kembali menegaskan diri sebagai gerakan Islam yang bekerja sunyi namun berdampak besar bagi umat.
Dalam peringatan Milad ke-113 di Kampus Muhammadiyah Bandung, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan pentingnya meninggalkan pola gerakan yang hanya berhenti pada wacana. “Semua harus diwujudkan dalam perbuatan nyata. Jangan sekadar retorika,” ujar Haedar seperti dikutip Kabar Muslim dari Harian Kompas (19/11/2025).
Menjangkau Semua Lapisan Umat
Haedar menyoroti bagaimana sekolah-sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial Muhammadiyah kini benar-benar menjangkau masyarakat luas.
Jika dahulu fokusnya banyak pada kelompok berpendidikan, kini jaringannya merambah hingga komunitas bawah dan daerah pinggiran. Literasi, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi menjadi tiga pilar penting yang terus diperkuat.
Kesejahteraan yang Menyeluruh
Haedar juga menekankan pentingnya kesejahteraan yang utuh, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga kesejahteraan mental, moral, dan sosial.
“Bila kesejahteraan materi dan nonmateri bisa kita raih bersama, tentu akan lebih lengkap,” katanya.
Ia mengingatkan agar amal usaha Muhammadiyah tidak berhenti sebagai institusi pelayanan, tetapi menjadi motor peningkatan kualitas hidup bangsa.
Keteladanan dan Konsistensi
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla memberikan apresiasi khusus kepada Muhammadiyah.
Ia menilai organisasi ini menunjukkan keteladanan jangka panjang dalam bidang pendidikan dan sosial. “Kontribusinya nyata bagi bangsa,” ujar Kalla.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan bahwa Muhammadiyah telah menjadi mitra penting daerah dalam pelayanan publik dan penguatan kesejahteraan rakyat.
Melampaui Kata-kata
Haedar menegaskan bahwa transformasi hanya lahir dari kerja nyata, bukan slogan. Muhammadiyah, katanya, harus terus menjaga profesionalisme dan semangat pembaruan agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan umat.
Dengan usia lebih dari satu abad, pesan ini seolah menegaskan karakter dasar Muhammadiyah: gerakan yang tidak banyak berkoar, tetapi terus bekerja menghadirkan perubahan yang dapat diukur dan dirasakan (HK/KM).

